Selasa, 30 Maret 2010

CANDI RATU BOKO (cantik yang klasik)



















MEMASAK DENGAN LIMBAH JAMBU METE (bagaimana bisa???)



Jambu mete adalah jenis jambu yang tidak enak dimakan. Bijinya memang bermanfaat untuk diolah menjadi kacang mete. Namun bagaimana dengan daging buahnya? Setelah diambil bijinya untuk dibuat mete, ternyata daging buahnya dibuang begitu saja. Karena tidak bisa dikonsumsi, ya akhirnya hanya menjadi limbah. Sayang sekali…

Namun mulai sekarang STOP MEMBUANG DAGING JAMBU METE!!! Karena:
Majalah
Trubus, edisi oktober
2008

Dari hasil penelitian
Dr Enny
Ratnaningsih, periset Departemen Kimia Institut Teknologi Bandung,
Doktor
Kimia alumnus Monash University meneliti dan menemukan buah Jambu Mete
atau
jambu monyet (Anacardium occidentale) menghasilkan Ragi Saccharomyces
telluris yang di temukan dalam endapan air jambu mete. Ragi itu dapat di
gunakan
utuk membuat
bioetanol.











BIOETANOL adalah bahan bakar yang terbuat dari bahan alami. Seperti dari singkong, gadung, sagu, kulit nanas, kulit pisang, tetes tebu, juga daging buah jambu mete. Nah, karena terbuat dari bahan alami, tentu bioetanol lebih ramah lingkungan, dan tidak bersifat merusak alam. Bahan-bahannya pun tersedia di sekitar kita, mudah dibuat, dan tentu lebih ekonomis.

Kelebihan bioetanol:
1. Perbandingan penggunaan bioethanol dan minyak tanah adalah 1:3
2. 100 cc bioetanol bisa untuk memasak selama 40 menit
3. Api berwarna biru sehingga tidak menghanguskan alat masak
4. Bahan bakar dari bioetanol tidak berbau
5. Kompor tidak mudah meledak
6. Mudah dipadamkan dengan air


Cara pembuatan bioetanol:
Pertama-tama limbah jambu mete dihancurkan, dijadikan bubur. Setelah hancur, bubur itu dicampur ragi agar menghasilkan glukosa. Proses ini akan menghasilkan bahan baku bergula. Setelah mendapatkan glukosa, kemudian dilanjutkan dengan proses fermentasi. Caranya, kembali memberikan ragi ke dalamnya. Dari proses ini maka diperolehlah bioethanol dengan kadar alkohol rendah. Kemudian produk bioetanol dimurnikan dengan menggunakan gamping. Setelah proses ini selesai, kita bisa segera memanfaatkannya sebagai bahan bakar untuk memasak.


Wah, ternyata ada energi alternatif yang cukup menggiurkan ni.. tertarik untuk mencoba? :-)